You are currently viewing Indonesia Gelar Ajang Formula E 2020 Jakarta

Indonesia Gelar Ajang Formula E 2020 Jakarta

Sebelum menjadi tuan rumah Piala Dunia sepakbola U-20 tahun 2021, satu tahun sebelumnya Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang balap mobil listrik serupa Formula 1. Dalam ajang bernama Formula E 2020, Indonesia akan menjadikan jalanan ibu kota Jakarta sebagai arena lintasan.

Melalui situs resminya, fiaformulae.com, ajang balap internasional Formula E memastikan kota Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah seri balapan pada 6 Juni 2020. Selain Jakarta, Seoul (Korea Selatan) dan London (Inggris) juga masuk dalam kalender balapan Formula E musim depan. Kehadiran tiga kota baru ini pun disebut-sebut akan membuat balapan semakin menarik.

Untuk diketahui, ajang Formula E merupakan seri balap mobil listrik internasional pertama di dunia. Balapan terdiri atas 24 pebalap dari 12 tim, dan diselenggarakan di 12 jalanan kota yang terbagi di lima benua. Lebih dari itu, balapan Formula E bukan hanya sekedar balapan. Ajang ini juga bisa dikatakan sebagai pengujian dan pengembangan teknologi terkait dengan jalan, membantu menyempurnakan desain kendaraan listrik sembari mempromosikan bebas polusi udara pada skala global.

Awalnya, balapan Formula E ini diprakarsai oleh Presiden FIA, Jean Todt dan pengusaha asal Spanyol, Alejandro Agag. Mereka berdua bersama-sama mengembangkan balapan tersebut sebagai sarana untuk menciptakan dunia yang lebih bersih dan lebih baik. Hingga kemudian Formula E memulai debutnya pada tahun 2014 di Beijing, China, dan hingga saat ini sudah berlangsung selama lima musim.

Kembali ke Jakarta sebagai tuan rumah, hingga saat ini, berbagai persiapan mulai dilakukan oleh Pemprov DKI. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa penyelenggaraan Formula E tersebut akan digelar di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas). Ia juga mengatakan bahwa Jakarta akan menjadi tuan rumah Formula E selama lima tahun, 2020-2025.

Llintasan Formula E sendiri memiliki panjang 2,8 kilometer sampai 3,2 kilometer. Untuk arena di Jakarta, di sekitarnya juga akan disiapkan E Village, atau semacam zona hiburan, bisa untuk hiburan keluarga, anak-anak, pameran mobil Formula E, ruang VIP, paddock, pitstop dan lainnya.

Sebagai lokasi perhelatan, permukaan aspal kawasan Monas memiliki kemiripan dengan lokasi balap di Paris, Perancis yang melintasi kawasan cagar budaya. Namun saat balapan dihelat, permukaan jalan yang dijadikan sirkuit itu akan ditutup aspal temporer atau sementara, sesuai regulasi Formula E.

Pembangunan sirkuit Formula E di Jakarta akan dimulai sekitar Desember 2019 atau Januari 2020. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo atau JakPro, Dwi Wahyu Daryoto menyampaikan pihaknya menargetkan pembangunan rampung dua bulan sebelum pelaksanaan event.

Bagi kita pengguna jalanan ibu kota, diberitahukan bahwa akan ada kemungkinan penutupan jalan saat pembuatan track. Namun, penutupan itu dipastikan tidak akan berlangsung lama, kurang lebih satu minggu saja. Sementara bagi pegiat lingkungan, tenang! pembangunan lintasan Formula E di Monas ini dipastikan tidak akan mengorbankan pohon-pohon yang ada, termasuk situs lainnya yang telah ada di sekitarnya.

Ajang balap Formula E ini dapat digunakan sebagai kampanye kendaraan ramah lingkungan, serta mempromosikan kelebihan-kelebihan mobil listrik; bahwa mobil listrik sekarang sudah bisa dibuat untuk balapan.

Tentu ini juga bisa menjadi harapan bagi kita bersama, bahwa di masa mendatang kita bisa menggunakan kendaraan listrik secara massal agar bisa berdamai dengan lingkungan dan alam, terutama di Indonesia. Karena tentu kita semua ingat, bahwa pada tahun 2019 Indonesia sempat dihebohkan dengan fenomena masukanya kota Jakarta dalam daftar kota terpolusi nomor satu di dunia. Untuk itu, ajang ini diharapkan bisa menjadi lecutan bagi kita semua untuk mengurangi polusi.

Di samping itu, Indonesia seharusnya bangga karena bisa menjadi salah satu tuan rumah ajang balap mobil masa depan, yakni mobil listrik. Bukan tidak mungkin, jika di masa mendatang ajang balap Formula E ini akan menjadi tandingan bagi popularitas Formula 1. Karena seperti kita ketahui bersama, mobil listrik adalah mobil yang diproyeksikan untuk masa depan. Karena itulah, ini merupakan loncatan besar untuk Indonesia menjadi Juara Dunia di masa yang akan datang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.