You are currently viewing Juara Dunia Robot Sepakbola Dari Indonesia

Juara Dunia Robot Sepakbola Dari Indonesia

Tahukah Anda, bahwa pada tahun 2018 lalu Indonesia berhasil menjuarai ajang Piala Dunia sepakbola. Memang sulit untuk dibayangkan, namun percayalah ini kenyataan!

Tampil di ajang Piala Dunia FIFA tentunya jadi satu kebanggan bagi seluruh tim nasional sepakbola di seluruh dunia. Namun kapan Indonesia pernah main dalam gelaran tersebut? prestasi manis itu hanya dapat kita rasakan dalam kenangan masa lampau, atau saat negara kita masih bernama Hindia Belanda, tepatnya tahun 1938.

Saat ini kita hanya berandai-andai, bagaimana jika Tim Garuda mampu menjadi Juara Piala Dunia? Tetapi jangankan jadi juara, untuk lolos kualifikasi saja sulit nya bukan kepalang.

Kendala tersebut hadir, mungkin karena wajah kepengurusan sepakbola tanah air, sebut saja dengan inisial PSSI, yang saat ini tengah mengalami fase ‘bobrok’ lantaran banyak kasus. Hal itu pun berujung pada hancurnya timnas sepakbola Indonesia. Pada akhirnya, untuk melihat Garuda berlaga di ajang Piala Dunia hanyalah fatamorgana. 

Sedih memang, namun tentu kita tak boleh larut dalam kesedihan. Sebagai penyemangat, perlu kita ketahui bersama bahwa pada tahun 2018 lalu ada timnas sepakbola Indonesia yang mampu meraih gelar Juara Dunia. Tapi mereka datang dari ‘dunia lain’, yakni dunia robot. Dan betul, robot-robot itu bisa bermain sepakbola. 

Mereka bernama Tim Ichiro, bentukan mahasiswa asal Institut Sepuluh November Surabaya (ITS). Mereka mengharumkan nama bangsa dengan menjadi juara di ajang Piala Dunia sepakbola robot bernama Robocup 2018, yang digelar di Kanada. RoboCup sendiri merupakan kompetisi robotika yang rutin digelar setiap tahun. Kompetisi ini melibatkan 5.000 unit robot dengan 4.000 tenaga manusia.

Pencapaian Tim Ichiro ke partai puncak Robocup 2018 diperoleh setelah mengalahkan tim WF Wolves dari Jerman, di laga semifinal. Robot dari anak-anak ITS tersebut menang dengan skor 2-0. Setelah melewati Jerman, mereka menghadapi tim kuat asal Iran bernama MR HSL. Saat berada di laga puncak ini mereka bukanlah kontestan yang diunggulkan untuk menjadi pemenang.

Namun, pandangan sebelah mata itu berubah menjadi apresiasi tinggi berkat penampilan solid Indonesia yang berujung kemenangan 3-0. Hasil yang akhirnya membuat Tim Ichiro menjadi juara event Robocup 2018. 

Setelah itu, tim Ichiro juga kembali sukses membawa pulang title juara Robocup 2019 yang digelar di Sydney, Australia, pada bulan Juli 2019 lalu

Berkat pencapaian gemilang tersebut, mereka juga diganjar banyak penghargaan. Sang pembuat robot, yakni Muhammad Reza Ar Razi, Sulaiman Ali, Tommy Pratama dan Dhany Satrio Wicaksono, dianugerahi gelar sebagai ‘pemuda hebat’ oleh Kemenpora. Selain itu, tim Ichiro juga mendapatkan penghargaan lain berupa uang pembinaan.

Pencapaian ini pun menjadi gambaran, bagaimana anak-anak muda Indonesia mulai menaruh minat di bidang robotik. Bila terus mendapat perhatian serius dari pemerintah, bukan tidak mungkin hal ini bisa menjadi prestasi besar bagi Indonesia di masa mendatang.

Karena dengan dunia yang terus memacu perkembangan teknologi, mungkin saja di masa depan permainan olahraga pun akan dimainkan oleh para robot. Dan bukan tidak mungkin juga, bahwa di masa depan akan ada Olimpiade Robot.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.