You are currently viewing Kiprah Indonesia Di Ajang Piala Dunia (Sebagai Negara Asia Pertama)

Kiprah Indonesia Di Ajang Piala Dunia (Sebagai Negara Asia Pertama)

Bagi Indonesia, kompetisi Piala Dunia seolah jauh dari pandangan. Meski begitu, Indonesia tercatat pernah mengikuti ajang Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Artinya, keikutsertaan Indonesia dalam kompetisi Piala Dunia justru terjadi pada masa perjuangan kemerdekaan. Lalu, bagaimana sejarahnya?

Sebelum dimulainya Piala Dunia 2018, tepatnya 25 Januari 2018, situs resmi FIFA meluncurkan sebuah video mengenai negara Asia pertama yang mengikuti Piala Dunia. Dalam pengantarnya disebutkan bahwa Australia, Iran, Jepang, Saudi Arabia dan Korea Selatan merupakan wakil Asia di Piala Dunia Rusia 2018. Namun, bukan kelima negara ini yang memulai pesta Piala Dunia sebagai wakil Asia.

Dalam video tersebut, The Dutch East Indies, yang kita kenal sebagai Hindia Belanda, yang kini adalah Indonesia, menjadi pelopor keikutsertaan negara Asia di pentas Piala Dunia 1938, Perancis. Penyelenggaraan turnamen ini dibayang-bayangi suasana perang dunia ke-II. Akibatnya, beberapa negara tidak bisa mengikuti turnamen ini. Antara lain Austria yang diserang oleh Jerman. Hal ini membuat lawannya Swedia langsung melenggang ke babak perempat final.

Sementara itu, Jepang tidak mengikuti turnamen ini karena masalah perang dan akhirnya mengundurkan diri. Dengan demikian, Hindia Belanda yang saat itu dijadwalkan melakukan babak play off melawan Jepang bisa melenggang ke Perancis tanpa harus mengeluarkan keringat. Namun, masalah justru datang dari kondisi dalam negeri karena dualisme federasi sepakbola. 

Saat itu terdapat dua organisasi yang menaungi para pemain sepakbola di Hindia Belanda. Yaitu Nederlandcshe Indische Voetbal Unie (NIVU) dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI), yang didirikan 19 April 1930. PSSI yang saat itu diketuai Soeratin Sosrosoegondo, ingin pemain mereka yang dikirimkan. NIVU dan PSSI kemudian membuat kesepakatan pada 5 Januari 1937, salah satu butirnya yakni dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia, atau semacam seleksi tim. 

Namun, rupanya NIVU ‘khawatir’ dengan keganasan tim PSSI sehingga melanggar perjanjian yang pernah dibuat, dan secara sepihak mengirimkan pemain bentukannya. Meskipun begitu, mayoritas pemainnya tetap dihuni oleh orang Indonesia dari berbagai suku. Antara lain kiper Bing Mo Heng, Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermandji, Anwar Sutan, dan Nawir sebagai kapten tim. Akhirnya, 18 Maret 1938 mereka berangkat ke Perancis dengan menggunakan nama Hindia Belanda.

Meskipun Hindia Belanda kini sudah merdeka dan berganti nama menjadi Indonesia, menurut aturan FIFA, Indonesia ditunjuk menjadi penerus Hindia Belanda untuk menyandang rekor negara pendahulu. Oleh sebab itu, Indonesia tercatat oleh FIFA sebagai negara Asia pertama, dan sejauh ini satu-satunya negara Asia Tenggara yang pernah berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia.

Pada tahun 1958, untuk pertama kalinya negara ini ikut serta dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA dengan membawa nama Indonesia. Tim Indonesia berhasil mengalahkan Tiongkok di putaran pertama, namun kemudian didiskualifikasi setelah menolak bertanding melawan Israel. Setelah tahun 1958, tim Indonesia mengalami tidur panjang dari Piala Dunia FIFA karena situasi politik yang tidak mendukung, baik di dalam ataupun di luar negeri. Indonesia akhirnya kembali berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Dunia pada tahun 1974.

Di masa sekarang dan masa-masa mendatang, tentu kita semua berharap Tim Garuda dapat menghasilkan prestasi gemilang di kompetisi sepakbola dunia dan menjadi raja di berbagai ajang olahraga.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.