You are currently viewing Zohri Pastikan Tampil Di Olimpiade 2020 Tokyo

Zohri Pastikan Tampil Di Olimpiade 2020 Tokyo

Tahun 2020 merupakan tahun yang paling ditunggu-tunggu oleh publik dunia, terutama bagi pecinta olahraga. Pasalnya, pada bulan Juli 2020 terdapat perhelatan olahraga terbesar yang dihelat empat tahun sekali, Olimpiade 2020. Di sana, tentu negara kita, Indonesia akan turut andil dalam memperebutkan medali.

Salah satu atlet yang sudah memastikan diri lolos kualifikasi dan akan tampil dalam ajang Olimpiade 2020 adalah Lalu Muhammad Zohri. 

Pelari berusia 18 tahun itu berhasil mengamankan tiket Olimpiade 2020 pertama bagi Indonesia setelah menembus limit waktu nomor 100 meter putra, yakni 10,05 detik. Sementara Zohri telah berhasil mencatatkan waktu 10,03 detik pada Seiko Golden Grand Prix 2019 di Yanmari Stadium Nagai, Osaka, Jepang.

Zohri finis diurutan ketiga, tepatnya di belakang pelari papan atas kelas dunia seperti Justin Gaitlin (Amerika Serikat) serta Yoshihide Kiryu (Jepang). Berkat catatan waktu tersebut, Zohri berhak meraih medali perunggu sekaligus tiket ke Olimpiade 2020.  

Keberhasilan Zohri lolos ke Olimpiade tentu tak bisa mengesampingkan peran Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Perjuangan PASI untuk mengikut sertakan Zohri di kejuaraan ini ternyata tidak mudah.

Pada awalnya Zohri dinilai belum pantas tampil sebagai peserta di level kejuaraan Diamond League IAAF (Federasi Atletik Dunia). Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung.

Untungnya, melalui hubungan yang baik antara PASI dengan federasi atletik Jepang (JAAF), Jepang menawarkan beberapa kompetisi di sana, tapi khusus untuk kelas Seiko GP Osaka. 

Semula, Indonesia hanya diperbolehkan berpartisipasi untuk nomor lomba estafet 4 x 100 meter putra. Namun, pada akhirnya Zohri bisa ikut berlomba di lintasan 100 meter putra.

“Setelah Zohri merebut medali perak dengan catatan waktu 10.13 detik di Doha (Kejuaraan Asia 2019), saya desak kembali penyelenggara Seiko GP. Saya sebutkan, bahwa saat Kejuaraan Asia 2019, Zohri hanya kalah dari sprinter Jepang, Yoshihide Kiryu. Akhirnya, mereka memberikan Zohri lintasan dan Zohri menjadi pelari undangan pada Seiko GP Osaka ini,” ungkap Tigor. 

Kerja keras PB PASI pun kemudian dibayar lunas oleh Zohri dengan merebut tiket ke Olimpiade 2020, di Jepang. Mimpi Zohri untuk menjadi pelari nomor satu dunia pun semakin dekat.

Bagi yang belum mengenal Zohri, mari berkenalan. Lalu Muhammad Zohri merupakan pelari Indonesia kelahiran 1 Juli 2000, di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Namanya melejit setelah meraih medali emas dan menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia tanggal 11 Juli 2018. Dengan catatan waktu 10,18 detik, Zohri mengalahkan dua pelari Amerika SerikatAnthony Schwartz dan Eric Harrison.  

Pencapaian Zohri itu kemudian menjadi sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia. Sebelumnya, prestasi terbaik atlet Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik Junior nomor lari 100 meter adalah finis kedelapan di babak penyisihan tahun 1986.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.