You are currently viewing Purnomo M Yudhi, Manusia Tercepat Asia dari Ajibarang

Purnomo M Yudhi, Manusia Tercepat Asia dari Ajibarang

Arena atletik Olimpiade Los Angeles 1984, Sabtu, 4 Agustus 1984. Jutaan pasang mata jadi saksi ketika pelari cepat Indonesia, Purnomo, menembus semifinal lari 100 meter. Pencapaian itu membuat Purnomo tampil sebagai satu-satunya sprinter Asia yang berlaga di semifinal lari 100 meter Olimpiade 1984. Sabtu itu Purnomo tampil di seri keempat perempat final. Pesaingnya? Ada peraih medali emas Olimpiade Moskwa 1980, Allan Wells (Inggris), pelari Jamaika, Ray Stewart, Jose Javier Arques (Spanyol), dan Peter van Miltenburg (Australia).

Sebagai satu-satunya wakil Asia di lintasan, Purnomo tak gentar. Dia menjadi yang ketiga tercepat, dengan catatan waktu 10,43 detik, di belakang Ray Stewart (10,30 detik) dan Allan Wells (10,33 detik). “Kejutan, Purnomo Melaju ke Semifinal”, demikian judul berita Kompas, 5 Agustus 1984. Manajer tim atletik di Olimpiade 1984, M Sarengat, dalam berita Kompas itu berpendapat, prestasi tersebut sangat penting bagi sejarah atletik Indonesia.

Purnomo, yang kini berusia 50 tahun, mengenang baik peristiwa itu. ”Kalau ditanya Olimpiade 1984, saya pasti terharu,” kata suami Ray Endang Irmastiwi dan ayah empat putra itu dalam wawancara di Jakarta, Rabu (18/7/2012) siang. Tak heran, pria kelahiran Ajibarang, Jawa Tengah, 12 Juli 1962, itu menilai prestasi di Olimpiade 1984 adalah pencapaian terbaiknya meskipun pada Kejuaraan Atletik Asia Jakarta 1985, dia meraih dua perak, plus emas 200 meter dan estafet 4 x 100 meter di SEA Games Bangkok 1985.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.